|
PELANTIKAN PENGURUS HATHI JATENG
PELANTIKAN PENGURUS HATHI JATENG
PERIODE 2009-2012
Ketua
II Himpunan Ahli Teknik Hidraulik (HATHI) Pusat Mochammad Amron melantik
kepengurusan HATHI cabang Jawa Tengah periode 2009-2012. Dalam kepengurusan baru
tersebut, terpilih Ketua HATHI cabang Jawa Tengah yaitu Hartanto yang juga
merupakan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Sedangkan menjabat
sebagai penasehat HATHI Jawa Tengah adalah Kepala Dinas PSDA Provinsi Jawa
Tengah Suryono.
Pelantikan Pengurus HATHI Cabang
Jawa Tengah Periode 2009-2012 tersebut dilakukan bersamaan dengan Seminar
Penanganan Banjir Kota Semarang dalam Perspektif Pengelolaan Sumber Daya Air
Terpadu, di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
Dalam sambutan Ketua Umum HATHI
Pusat yang dibacakan oleh Mochammad Amron, mengingatkan, keanggotaan HATHI
sebagai himpunan para ahli teknik hidraulik seluruh Indonesia saat ini telah
berusia 28 tahun, yang berarti bahwa HATHI sebagai wadah organisasi profesi
harus mampu meningkatkan kemampuan anggotanya dalam mengembangkan, memanfaatkan
dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sumber daya air,
agar hasilnya dapat bermanfaat secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat
Indonesia.
“Patut disyukuri bahwa HATHI telah
sukses melaksanakan kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan ke 26 di Banjarmasin, hal
ini merupakan hal yang positif dalam memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan
dan pengembangan sumber daya manusia di bidang sumber daya air,” jelas Mochammad
Amron yang juga merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)
Departemen PU.
Krisis global yang saat ini terjadi
di dunia dalam hal sektor energi, ekonomi, keuangan dan pangan, telah menuntut
kita untuk menyesuaikan arah pengelolaan sumber daya air kita di masa mendatang.
“Kita harus lebih banyak menjamin
ketersediaan air yang mantap untuk pasokan air irigasi serta dukungan air baku
untuk rumah tangga, perkotaan, industri sesuai tuntutan kebutuhan. Krisis energi
pun telah menyebabkan dunia menoleh kembali kepada sumber energi yang
diperbaharui, yaitu air, di samping menjaga dan mengelola yang telah terbangun
dan berfungsi,” sebut Mochammad Amron
Persoalan
climate change yang sedang dibicarakan saat ini sudah menjadi hal yang
nyata, meningkatnya bahaya bencana yang terkait perubahan iklim seperti banjir,
kekeringan, badai, longsor, gelombang pasang tinggi dan kebakaran hutan telah
menyebabkan banyak kehilangan nyawa manusia dan penghidupan, hancurnya ekonomi
dan infrastruktur sosial serta kerusakan lingkungan.
Iwan Nursyirwan selaku Ketua HATHI
Pusat, seperti dikatakan Moh. Amron, turut menyampaikan harapan agar melakukan
upaya adaptasi terhadap lingkungan sebagai dampak perubahan iklim, antara lain
seperti penanganan banjir kota Semarang melalui pengelolaan sumber daya air yang
menyeluruh dan terintegrasi berbasis wilayah sungai sehingga dapat menjadi satu
acuan dalam penanganan hal-hal yang sama.
“Tanpa upaya sistematis dan
terintegrasi yang dilakukan dari sekarang untuk meningkatkan ketahanan terhadap
perubahan iklim dan perbaikan kondisi lingkungan lokal dan global, maka dampak
yang timbul akibat variabilitas iklim akan lebih besar di masa mendatang,
sehingga nantinya sulit mencapai sistem pembangunan berkelanjutan,” tegas
Mochammad Amron.
Oleh karena itu diperlukan perubahan
mendasar dalam sistem perencanaan pembangunan. Tantangan-tantangan terkait
global change, pula merupakan tantangan organisasi HATHI untuk memberi
kontribusi dan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dan kesejahteraannya.
Sehingga sangat diperlukan pemikiran baru yang applicable dalam merancang
dan melaksanakan pengelolaan sumber daya air yang akan sangat membantu dalam
mengatasi dampak perubahan global. (arl-humassda)
Pusat Komunikasi Publik
201109
|